This blog had been updated anymore and was moved to Photoshoperz.com


Blog ini sudah tidak diupdate lagi dan dipindahkan ke Photoshoperz.com

Sabtu, 12 Januari 2013

Mengenal Layer Palette


Dalam Photoshop, Layer adalah sebuah object yang terpisah dan dapat dikerjakan tanpa menggangu object yang lainnya, dapat dikatakan layer adalah sebuah kertas transparan yang dapat digambari sebuah object, dan jika digabungkan dengan layer yang lain, akan membentuk kesatuan gambar yang sempurna. Untuk mengatur layer-layer itu, maka ada palet layer. Palet layer fungsinya untuk mengorganisir layer-layer yang ada dan memberi tool dan shortcut untuk editing layer serta mengatur tata letak, efek yang dihasilkan dari layer-layer yang saling bertumpuk itu. Dibawah ini ada gambar sebuah palet layer beserta penjelasannya.






Keterangan gambar
A. Link
Digunakan untuk membuat agar bisa mengelompokkan banyak layer sekaligus. Cara memakainya dengan memilih nama-nama layer yang diinginkan (dengan Shift + Klik), kemudian klik icon ini.


B. Layer Style
Digunakan untuk membuat layer yang berfungsi seperti menu Layer > Layer style. Antara lain berisi efek-efek untuk layer yang terdiri dari :

  • Drop Shadow 
  • Inner Shadow
  • Outer Glow
  • Inner Glow
  • Bevel and Emboss
  • Satin
  • Color Overlay
  • Gradient Overlay
  • Pattern Overlay
  • Stroke.
C. Add Layer Mask
Digunakan untuk menutup/melindungi sebagian/seluruh lapisan gambar dari proses pengeditan.

D. New Adjustment Layer
Digunakan untuk membuat layer yang berfungsi sebagai perubahan warna. Ini seperti yang ada pada menu Layer -> New Fill Layer dan New Adjusment Layer dan. Pilihannya dibagi menjadi 2, untuk Fill Layer ada :
  • Solid Color
  • Gradient
  • Pattern
Sedangkan untuk Adjusment Layer ada :
  • Brightness/Contrast
  • Levels
  • Curves
  • Exposures
  • Vibrance
  • Hue/Saturation
  • Color Balance
  • Black and White
  • Photo Filter
  • Channel Mixer
  • Invert
  • Posterize
  • Treshold
  • Gradient Map
  • Selective Color
E. Layer Group
Digunakan untuk mengelompokkan beberapa layer menjadi suatu kumpulan layer, agar mempermudah proses pekerjaan yang menggunakan banyak sekali layer.

F. New Layer
Digunakan untuk membuat layer baru yang kosong, ataupun untuk membuat duplikat layer. Untuk membuat duplikat layer, lakukan dengan cara menggeser nama layer ke icon ini. Bisa juga dengan Shortkey Ctrl+Shift+N.

G. Delete Layer
Digunakan untuk menghapus layer. Aktifkan layer yang ingin dihapus, kemudian klik icon ini. Dalam Photoshop versi CS2, bisa juga dilakukan hanya dengan mengaktifkan layer kemudian tekan tombol Delete pada keyboard (ini belum bisa dilakukan jika Anda menggunakan Photoshop versi sebelumnya). Pada versi sebelumnya, aktifkan layer yang ingin dihapus kemudian drag ke icon tong sampah (Delete Layer).

H. Layer Blending Option
Digunakan untuk mengatur proses yang terjadi pada pixel-pixel layer terhadap layer-layer yang posisinya berada dibawahnya. Blending Mode terdiri dari :
(versi Adobe Photoshop CS5)
  • Normal
  • Dissolve
  • Darken
  • Multiply
  • Color Burn
  • Linear Burn
  • Darker Color
  • Lighten
  • Screen
  • Color Dodge
  • Linear Dodge (Add)
  • Lighter Color
  • Overlay
  • Soft Light
  • Hard Light
  • Vivid Light
  • Linear Light
  • Pin Light
  • Hard Mix
  • Difference
  • Exclusion
  • Substract
  • Divide
  • Hue
  • Saturation
  • Color
  • Luminosity
Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat di artikel Mengenal Blending Mode.

I. Image Adjustment Layer
Ini menunjukkan sebuah gambar layer yang merupakan pengaturan warna hasil dari new fill/adjusment layer.

J. Layer Thumbnail
Ini adalah tampilan gambar kecil dari gambar asli Anda. Jika layer merupakan sebuah tulisan atau text, maka gambar tampilannya adalah sebuah huruf T.
Layer ini juga menunjukkan bahwa layer ini adalah layer yang dalam kondisi aktif atau terpilih. Layer yang sedang aktif akan mempunyai warna yang berbeda dengan layer yang tidak aktif.
Tiap sebuah layer bisa mempunyai nama yang berbeda beda. Secara default, Photoshop akan membuat layer dengan nomor yang berurutan. Nama layer ini bisa diganti dengan cara melakukan klik 2 kali pada nama layernya, kemudian Anda tinggal mengetikkan nama yang diinginkan.
Namun saat melakukan klik 2 kali, harus tepat pada nama layernya, karena kalau tidak, maka kita justru masuk ke pengaturan Layer Style. Jika klik 2 kali dilakukan pada thumbnail text layer, maka kita akan langsung membuat blok pada layer tulisan tersebut.
Anda juga bisa menyeleksi layer dengan melakukan klik kanan pada thumbnail layer kemudian memilih Layer Transparency. Atau dengan melakukan Ctrl + klik pada thumbnail layer.

K. Eye Ball / Visibility
Digunakan untuk mengatur tentang tampil atau tidaknya sebuah layer yang sedang Anda kerjakan dengan Photoshop. Cara pakainya, dengan melakukan klik pada icon tersebut.Jika gambar matanya hilang, maka gambar layer/efek dari layer tersebut juga akan tak terlihat.

L. Palette Menu
Icon ini digunakan untuk menampilkan pilihan menu palet. Menu palet ini berhubungan dengan fungsi palet yang sedang Anda tampilkan.

M. Opacity
Digunakan untuk mengatur tingkat transparansi layer. Semakin kecil nilai prosentasenya, maka layer/gambar Anda akan semakin transparan.

N. Fill Opacity
Digunakan untuk mengatur tingkat transparansi layer. Namun tidak sama dengan Opacity, karena Fill ini tidak mengatur bagian yang merupakan Layer Style. Jadi pilihan Fill ini akan bermanfaat jika Anda juga menerapkan Layer Style.

O. Layer Style option
Gambar icon F pada layer ini menunjukkan bahwa pada layer ini terdapat efek Layer Style, sementara gambar segitiga di sebelah kanan ini digunakan untuk menampilkan atau tidaknya informasi detil Layer Style yang digunakan.

P. Locked layer
Gambar icon gembok (maksudnya kunci) ini menunjukkan bahwa layer ini dalam kondisi terkunci. Biasanya gambar dengan ekstension .jpg akan mempunyai layer background yang selalu terkunci. Untuk membuka kunci pada layer background ini, caranya dengan melakukan klik 2 kali pada layer tersebut, kemudian klik OK pada kotak dialog yang muncul.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar